Nasional

Kasus Meranti Berdarah Komnas HAM Akan Lakukan Investigasi

JAKARTA (MR) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan turun langsung ke Kabupaten Meranti, Riau guna menginvestigasi apakah ada pelanggaran HAM saat adanya bentrok atau kerusuhan antar warga masyarakat dengan aparat kepolisian. Dimana dalam peristiwa tersebut dilaporkan ada warga yang meninggal dunia saat peristiwa terjadi. Hal ini disampaikan Ketua Komnas HAM Imdadun Rahmat kepada riauterkinicom, saat ditanya terkait adanya bentrokan yang terjadi di Kabupaten Meranti, Riau beberapa waktu lalu.

Katanya, pihaknya sudah membentuk tim pemantau yang akan berangkat ke Meranti. "Terkait soal bentrok antar warga dan pihak kepolisian. 

Tim Pemantauan akan turun ke Meranti (investigasi)," kata Imdadun di Jakarta, Selasa (30/8/16). Saat ditanya kapan tepatnya, tim pemantau tersebut berangkat ke Meranti untuk melakukan investigasi apakah ada pelanggaran HAM dalam bentrokan tersebut, ia enggan memberikan komentar. Sebelumnya, DPRD Riau dan Kontras sudah meminta Komnas HAM turun langsung kelapangan guna melakukan investigasi terkait bentrok antar warga masyarakat dan pihak kepolisian di Kabupaten Meranti, Riau.

Sebagaiman diketahui, bentrok dipici tewasnya Apri Adi Pratama atau yang biasa dipanggil Adi (24), tersangka pembunuh Brigadir Adil S Tambunan yang tewas ditusuk di parkiran Hotel Furama Selatpanjang dini hari. Masyarakat yang menilai tindakan polisi terhadap Adi tak manusia marah dan kemudian menyerang Mapolres. Asrama polisi sempat dibakar, meskipun kemudian berhasil cepat dipadamkan apinya. 

Akibat dari bentrok tersebut seoang warga bernama Isnadi tewas di depan Mapolres Meranti diduga akibat kepala tertembak.*** (Riauterkini)


Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan