Lingkungan

Walau Berisiko, Ternyata Personel BPBD Riau Tak Diasuransikan

MONITORRIAU.COM - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengatakan anggota BPBD yang bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak diasuransikan. Padahal, tugas dan tanggung jawab petugas cukup berat bahkan berisiko.

Hal ini disampaikan Edwar Sanger saat melakukan rapat dengar pendapat dengan komisi IV DPRD Riau, Senin (19/8/2019).

Edwar Sanger mengatakan, pihaknya meminta perhatian dari pemerintah agar jajarannya yang bertugas untuk memadamkan api diberi asuransi.

"Asuransi ini penting, kawan-kawan di lapangan kan bekerja ya. Ini perlu dukungan. Perlu asuransi agar kawan-kawan juga semangat bekerja di tengah bahaya ini," kata Sanger.

Ia menambahkan, bahwa dalam memadamkan api pada Karhutla yang cukup besar pada tabun ini, ada beberapa anggotanya yang mengalami cedera dan biaya pengobatan harus ditanggung pribadi.

"Ada yang terjatuh, terperosok ke dalam gambut, terjatuh. Gambut ini kan dalam, jadi kalau jatuh, kami lillahitaalla saja. Untuk itu ini perlu diperhatikan," cakapnya lagi.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Riau, Husni Thamrin mengatakan, asuransi bagi tim pemadam api di lokasi karhutla memang sangat penting, karena yang berhadapan langsung dengan api adalah satgas BPBD.

"Kita akan carikan solusinya, ini penting, asuransi tiap jiwa harus ada, apalagi dalam menghadapi hal bahaya semacam ini," tukasnya.




Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan