FJPP

Antisipasi Penularan Covid-19, PTM Dilakukan Dua Kali Seminggu

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Ganip Warsito
PEKANBARU (MR) - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Ganip Warsito menegaskan, pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan mulai digelar pada Juli mendatang dilakukan secara terbatas.
 
Pembatasan yang dimaksud mencakup jumlah murid, lamanya kegiatan, hingga waktu pelaksanaan.
 
"Kebijakan untuk membuka pendidikan tatap muka itu yang dimaksud adalah pendidikan tatap muka secara terbatas," kata Ganip dalam rapat koordinasi nasional Satgas Penanganan COVID-19 yang disiarkan dan dapat diakses YouTube Pusdalops BNPB, Selasa (8/6/2021). 
 
Dari segi jumlah, PTM dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas ruang kelas. Kemudian, dari segi waktu, PTM berlangsung paling lama 2 jam selama sehari.
 
Selain itu, kegiatan tersebut hanya boleh berlangsung 2 hari dalam seminggu. Ganip mengatakan, pembatasan ini dilakukan demi mencegah penularan virus corona dari aktivitas belajar mengajar tatap muka."Jadi itu sifatnya terbatas," ujarnya.
 
Adapun Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito sebelumnya mengatakan, pembukaan sektor pendidikan akan dilakukan secara bertahap. Pembukaan tersebut juga disesuaikan dengan kesiapan masing-masing daerah.
 
"Perlu diingat bahwa pembukaan sektor pendidikan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing daerah," kata Wiku.
 
Dia melanjutkan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah meluncurkan panduan penyelenggaraan pembelajaran bagi pendidikan anak usia dini di masa pandemi, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tengah pandemi COVID-19.
 
Panduan ini merupakan alat bantu bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD, pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam memudahkan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas.
 
"Diharapkan dalam melaksanakan pendidikan tatap muka, panduan tersebut dapat disesuaikan dan dikembangkan berdasarkan kondisi sekolah pada daerah masing-masing," tutur Wiku.
 
"Dan perlu diingat bahwa seluruh pihak yang berpartisipasi harus bertanggung jawab dari awal sampai akhir alur kegiatan belajar-mengajar, termasuk siap untuk mengerem jika ditemukan kasus baru di lingkungan pendidikan," tegasnya. 




Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan