FJPP

Banyak Anak Terkena DBD di Pekanbaru

PEKANBARU (MR) - Meski tahun ini jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru untuk tahun 2017 lalu mengalami penurunan dari tahun 2016, namun jumlah kasus penyakit mematikan ini ternyata masih didominasi usia anak-anak mulai dari umur 5 sampai 9 tahun.
 
 "Untuk tahun ini memang jumlah kasus DBD yang menjangkit anak-anak mencapai 137 orang. Sementara disusul oleh usia dewasa mulai 25-44 tahun yakni 110 orang," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Surya Delfiria, Ahad (7/1/2018).
 
Ditambahkan Delfi, dari data yang sudah direkap secara komulatif oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, untuk usia 10-14 tahun sebanyak 100 orang, usia 0-4 tahun sebanyak 82 orang.
 
"Nah usia 15-19 tahun 82 orang. 20-24 tahun 55 orang, 45-50 tahun 11 orang dan 51 tahun sebanyak 21 orang," imbuhnya.
 
Ia menyebut dari data tahun 2017 secara total, kasus DBD di Kota Pekanbaru yang berjumlah 598 kasus paling banyak disumbang oleh Kecamatan Bukit Raya, Tenayan Raya dan Tampan.
 
"Untuk kasusnya di Bukit Raya 91 kasus, Tenayan Raya 83, Tampan 81, Marpoyan Damai 71, Payung Sekaki 67, Rumbai 38, Senapelan 38, Rumbai Pesisir 32, Lima Puluh 29, Sukajadi 27, Pekanbaru Kota 23 dan Sail 18 kasus," ujarnya menjabarkan.
 
Diberitakan sebelumnya,  Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Jika dibandingkan dengan tahun 2016 misalnya, jumlah kasus DBD tahun 2017 berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, mengalami penurunan hingga 275 kasus. 
 
"Di tahun 2016 lalu jumlah kasus DBD secara komulatif mencapai 873 kasus dengan jumlah korban meninggal 10 orang. Sementara, tahun 2017, jumlah kasus DBD mencapai 598 dan 3 meninggal," kata Surya Delfiria,  belum lama ini.
 
Ditambahkan Delfi, dalam kurun waktu empat tahun berdasarkan data yang dihimpun Diskes Pekanbaru, kasus DBD paling banyak dan jumlah korban yang meninggal tertinggi berada di tahun 2016.
 
"Tahun 2014 contohnya, jumlah kasus 272 orang dan 5 meninggal. Sementara tahun 2015 sebanyak 516 kasus meninggal 5 orang dan tahun 2016 sebanyak 873 kasus dengan 10 orang meninggal dunia," ujarnya.
 
Untuk itu, agar jumlah kasus DBD di Pekanbaru tidak kembali meningkat, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Pekanbaru untuk terus menggalakan program gerakan 1 rumah 1 jumantik di setiap rumah tangga.
 
 
 
Sumber: Cakaplah.com




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : redaksimonitorriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan