Satu Orang Positif Terinfeksi, Inilah Laporan Perkembangan Covid-19 di Rohul
ROHUL (MR) - Kadiskominfo (Juru Bicara Covid 19) Kabupaten Rokan Hulu melaporkan, hasil Rekap Surveilens Penanganan Covid 19 Corona RSUD, Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu Jum'at (03/04/2020) pukul 18.00 WIB.
1.ODP (Orang dalam pemantauan), warga yang kembali dari luar Rokan Hulu, atau warga lain yang datang ke Rokan Hulu dari daerah yang sudah terinveksi Covid 19.
Jumlah semua ODP : 2176 Orang
Dengan status:
Masih Pamantauan : 1873 Orang
Selesai Pemantauan : 303 Orang
Adapun ODP sampai dengan tanggal 03/04/2020, berjumlah : 2.176, dengan rincian, 1.873 dalam pantauan, 303 bebas atau tidak di pantau lagi (aman) Sehingga secara kumulatif ODP Rokan Hulu mengalami perubahan, yaitu pada: tanggal 02/04/2020 berjumlah = 2.130 menjadi pada tanggal 03/04/2020 berjumlah = 2.176 telah mulai menurun karena bertambahnya jumlah ODP tidak di pantau lagi.
Catatan : 303 status ODP menjadi eks ODP, artinya telah 14 hari dalam pantauan dan sudah selesai pantauan (status aman)
2. Pasien dalam pengawasan (PDP) = 4 orang, masih menunggu hasil. Pasien di rawat 3 orang di RSUD Rokan Hulu dan 1 orang di Awal Bros Group, semula di Ujung Batu, sekarang di Pekanbaru
3. Pasian Positif terinfeksi Corona 1 orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan di LITBANGKES Jakarta yang diterima oleh Gugus Tugas Provinai Riau dan disampaikan ke Gugus Tugas Kabupaten Rokan Hulu. PCR (Polimerase Chain Reaction) status Positif, Inisial AS, umur 56 tahun, tinggal di Kecamatan Rambah.
Riwayat perjalanan dari surabaya 23 Maret 2020, yang bersangkutan telah di ambil tindakan oleh Pihak Kesehatan sesuai dengan SOP yang telah di tentukan. Kepada masyarakat untuk tetap tenang tapi perlu waspada dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan anjuran pemerintah dan sumber resmi. Dan kita tidak menghukum dan tidak memberikan penafsiran lain.
"Dapat juga kami sampaikan kepada Bapak Bupati dan Bapak Sekda, Tim gugus dari laporan yang di terima, Camat beserta Koramil dan Kaposek serta unsur dan elemen kecamatan, sampai ke Desa, dengan aparat kepoliaian, TNI, BPD, RW dan RT, tokoh agama, adat dan simpatisan lain nya, semakin waspada dan partisipatif memantau warga yang datang atau warga yang baru di tempat masing-masing. Lebih khusus lagi di daerah perbatasan," kata Juru Bicara Covid 19. (rls/ber)
