Api Kilang Pertamina Menyala Besar dan Mendesing

Mencekam... Masyarakat Tanjung Palas Ketakutan

Terlihat Kobaran Api dan Warga yang sedang mendengar penjelasan dari Humas Pertamina
DUMAI (MR) - Kekhusukan warga Kota Dumai Khususnya di Keluarahan Tanjung Palas di Bulan Suci Ramadhan ini tiba-tiba saja berubah menjadi ketakutan ketika terjadi keganjilan di kilang minyak, Refinery Unit II Dumai di Jalan Putri tujuh.
 
Menurut penuturan warga yang berdomisili di sekitar kilang minyak tersebut, Senin, 12 Juni 2017 sekira pukul 23.45 WIB terlihat kobaran api membesar dari kilang minyak pertamina tersebut. Tak hanya itu terdengar juga suara-suara menggelegar dan mendesing dari arah kilang.
 
"Besar betul kobaran api obor tadi, tak seperti biasanya. Habis itu terdengar suara kuat keluar dari arah pabrik seperti mendesing yang membuat kami takut sekali," kata Komaruddin warga RT 9 Kelurahan Tanjung Palas, kepada media online monitorriau.com. 
 
Sementara itu Ketua LPMK Tanjung Palas, Suhanto merasa resah dengan kejadian seperti ini yang sudah berulang kali terjadi. Menurutnya masyarakat Tanjung Palas hidup dengan kecemasan dan kekuatiran setiap hari. Takut kalau-kalau kilang ini sewaktu-waktu meledak. "Ada sedikit suara dari kilang aja, masyarakat disini sudah mati ketakutan," kata Suhanto.
 
Seperti kejadian tadi, Suhanto mengaku koordinasi dari pihak Pertamina tidak ada kepada masyarakat. Dalam keadaan mencekam tersebut warga juga sempat mencari tau apa sebenarnya yang terjadi di dalam kilang. 
 
"Sekitar jam 12 kurang, saya lihat api obor Pertamina semakin membesar. Suara yang dikeluarkan dari arah kilang semakin kuat juga, lalu saya keliling dan melihat warga sudah panik. Tapi tak ada sedikitpun informasi dari pihak Pertamina, harusnya mereka cepat tanggap, berikan cepat informasi pada masyarakat soal apa yang terjadi," katanya lagi. 
 
Satu jam setelah kejadian monitorriau.com langsung mewawancarai Humas Pertamina RU II Dumai Audy Arwinandha. Menurutnya  secara rinci dia belum mengetahui apa yang terjadi namun dia mengakui ada masalah yang menyebabkan gas buangan membesar hingga kobaran api ikut membesar dan suara bising kuat terdengar. 
 
"Saat ini tim di kilang minyak, Refinery Unit II Dumai tengah berupaya meminimalisir masalah tersebut agar cepat selesai. Kita lihat tadi api kobaran sudah mengecil namun menimbulkan efek suara yang menggangu masyarakat," kata Audy.
 
Soal kurangnya informasi dan koordinasi dari pihak Pertamina atas kejadian ini yang sempat membuat masyarakat panik, Audy menjelaskan kondisinya kilang dalam kondisi ada masalah atau tidak stabil. Pihaknya memprioritaskan penanganan atas masalah dan ketidakstabilan di kilang itu terlebih dulu. Setelah mengetahui kondisinya aman karena yang terjadi hanya terjadi kondisi diluar kebiasaan saja, barulah pihak Pertamina menyambangi warga.
 
"Kita prioritaskan penanganan masalah di dalam dulu, saya juga perlu tau apa yang terjadi. Soal komunikasi dan penjelasan terhadap masyarakat memang sangat perlu juga makanya saya turun saat ini memberikan penjelasan. Tapi ya sebelum itu saya kroscheck dulu, jangan pula nanti kondisinya belum jelas saya sudah infomasikan ke masyarakat bahwa kondisi aman," jelasnya ditengah kerumunan masyarakat.
 
Audy juga berjanji akan memfasilitasi keinginan masyarakat yang ingin bertemu dengan manajemen Pertamina. Audy juga berharap adanya komunikasi yang baik pihak Pertamina dengan masyarakat soal kekhawatiran atas kejadian-kejadian menakutkan seperti ini. Dilain pihak masyarakat akan menuntut janji dari pihak Humas Pertamina yang akan mempertemukan warga dengan manajemen Pertamina. (Gjs/FT10)   




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan