Politik

Menjawab Pertanyaan Kenapa Jonan, Rizal R & A Baswedan Di-reshuffle

Monitorriau.com - Kemaren lusa saya tidur cepat. Jam 1 dinihari bangun karena kehausan. Lihat hape niatnya sekedar cek notifikasi, tapi nyatanya dinihari itu terjadi keributan di beberapa grup WA yang saya ikuti. Notifikasinya sangat banyak dan aktif, seolah-olah bukan dinihari. Teman-teman sedang meributkan reshuffle yang akan diumumkan Presiden Jokowi esok harinya.

Sedinihari itu sudah bocor beberapa menteri yang akan diganti. Namun informasinya masih banyak versi, dengan kesamaan nama 90%. Banyak komentar pro kontra, meskipun belum resmi diumumkan, mungkin karena Informasi yang dibagikan di grup mereka selama ini sangat akurat.

Sejak dinihari kami sudah saling sahut-sahutan, mempertanyakan kenapa Jonan dan Anis Baswedan diganti?  Ada juga yang tertawa ngakak karena Rizal Ramli akhirnya dipecat, saya duga dia pendukung Ahok. Hehe.

Saya pribadi meski meyakini informasi bocoran reshufle tersebut akurat, namun tetap memilih tidak memikirkan alasannya sebelum benar-benar diumumkan. Saya memilih tidak percaya kalau Jonan dan Sudirman Said diganti atau keluar dari kabinet. Silahkan reshuffle, asal bukan Jonan dan Sudirman Said. Tapi andai memang diganti, saya akan sangat kecewa dengan Presiden Jokowi. Pikir saya pagi itu.

Selanjutnya saya memilih tidak memikirkannya lagi, sebab tepat setelah subuh saya sudah naik bus untuk perjalanan yang cukup jauh.

Siangnya, ternyata apa yang saya khawatirkan terjadi. Jonan dan Sudirman Said dicopot. Jonan yang telah berikan perubahan luar biasa bagi Indonesia, bahkan sebelum menjadi menteri, sangat membingungkan kalau harus dicopot oleh Presiden Jokowi. Kinerjanya luar biasa bagus, hasilnya juga nyata. Saya pernah hadir di presentasi Pak Jonan dalam setahun, jelas terlihat percepatan pembangunan dan perbaikan fasilitas umum. Intinya, kalau ada pembaca seword.com kecewa, saya pasti lebih kecewa dari kalian.

Kalau Sudirman Said mungkin karena keputusannya selama ini memang ada yang kurang pas, seperti blok Masela yang diusulkan dibangun di laut. Sementara Presiden Jokowi meminta kaji ulang dan dibangun di darat.

Dalam posisi kecewa seperti itu, saya bertanya dengan teman-teman yang sering mendapat bisikan ring satu, juga meminta pendapat orang yang saya tau menjadi salah satu kepercayaan Presiden Jokowi.

Dari semua tanggapan yang saya terima, ini kesimpulan yang saya dapat:

Menteri itu pada dasarnya adalah pembantu Presiden. Menteri harus bisa menjalankan instruksi Presiden atau mengusulkan program kerja. Pada intinya, seorang menteri harus memiliki dua hal penting, kompetensi dan loyalitas. Harus dua-duanya. Jika tidak, jawabannya reshuffle.




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]ail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan