Rodrigo Duterte : Kami Siap Perang Dengan Cina
MONITORRIAU.COM – Filipina menyatakan siap berperang dengan China jika personel militernya terluka di perairan sengketa. Jawaban dari seorang pejabat tinggi militer Filipina itu sekaligus menjawab kritik yang mengatakan bahwa pemerintah di Manila bersikap lunak terhadap Tiongkok dan mengizinkan Beijing demiliterisasi Laut China Selatan.
Presiden Rodrigo Duterte belakangan ini banyak mendapat kritik atas sikap diamnya terhadap laporan mengenai pemasangan sistem rudal di salah satu pulau buatan China di wilayah perairan sengketa, termasuk wilayah di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina. Pemerintahan Duterte yang memiliki hubungan baik dengan China bahkan tidak menyampaikan protes diplomatik terhadap tingkah laku Beijing itu.
Dalam situasi itu, Penasihat Keamanan Nasional Filipina, Hermogenes Esperon mengatakan bahwa Manila akan selalu berusaha melakukan pembicaraan untuk meredakan ketegangan, tetapi perang tidak dapat dihindari jika militernya diprovokasi.
"Presiden mengatakan jika pasukannya dilukai, itu bisa menjadi garis merahnya," kata Hermogenes sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (30/5/2018).
Pernyataan Hermogenes menegaskan kembali sikap yang disuarakan oleh Menteri Luar Negeri Alan Peter Cayetano anggota dinas luar negeri. Cayetano mengatakan, Duterte telah mengatakan kepada China bahwa ia tidak akan mengizinkan konstruksi yang tidak sah di Scarborough Shoal atau ekstraksi sumber daya di daerah-daerah di mana Filipina memiliki hak berdaulat.
Pekan lalu Filipina telah menyatakan keprihatinan serius terhadap kehadiran pesawat pengebom strategik China di perairan sengketa. Namun, Manila bungkam mengenai pemasangan sistem rudal di wilayah itu.
