Wawancara

Motor Terperosok di Jembatan, Pasutri Jatuh ke Sungai dari Ketinggian 15 Meter

UNGARAN (MR) - Sepasang suami istri jatuh di sungai setelah sepeda motor yang mereka kendarai terperosok di jembatan kayu di Dusun Sapen, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/3/2017) sekitar pukul 05.40 namun baru diketahui atau ramai diperbincangkan di media sosial setelah pemilik akun @Tolib Sivahernando mengunggahnya, Sabtu (1/4/2017).

Kepala Dusun Sapen, Budi Narto saat dihubungi, Sabtu malam membenarkan adanya kejadian ini.

Ia mengatakan, dua orang korban yang jatuh tersebut merupakan suami istri warga Purwodadi, Grobogan yang akan memanen jagung di Dusun Sapen.

Ketika mereka melintas diatas jembatan Sunut-sebutan jembatan tersebut- sepeda motor yang mereka kendarai terperosok pada bagian jembatan yang lapuk. Akibatnya sepeda motor terjepit diantara kayu jembatan, namun keduanya terjatuh ke sungai dari ketinggian 15 meter.

"Kejadiannya sekitar jam 5.30 mau metik jagung di Sapen. Korban wanita mengalami patah di tangan kiri, sementara suaminya luka parah dimulutnya," kata Budi.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh rekan korban yang beriringan dibelakang mereka. Warga yang kebetulan melintas juga ikut memberikan pertolongan.

Jauh dari fasilitas kesehatan membuat warga Dusun Sapen mempunyai keterampilan mitigasi yang memadai. Kedua warga tersebut mendapatkan pertolongan yang tepat.

Korban perempuan yang menderita patah tangan kiri dibidai atau diberi penyangga tulang dari pelepah pisang dan kain selendang.

Budi mengungkapkan, Jembatan Sunut mempunyai panjang 76 meter lebar 2,5 meter berkonstruksi kayu dan tanpa pengaman di kanan kiriya.

Kendati kondisinya mengerikan, jembatan ini merupakan satu-satunya akses bagi warga Dusun Sapen dan Dusun Borangan. Jembatan ini menghubungkan wilayah Dusun Sapen dengan wilayah Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.

"Sejak jembatan menuju ke pusat desa di Pringapus putus pad tahun 1993, jembatan ini menjadi satu-satunya akses kami keluar desa dengan melewati wilayah Demak. Kondisinya memang rusak parah," ujarnya.

Warga kedua dusun sangat berharap jembatan Sunut ini diperbaiki, lantaran menjadi urat nadi bagi warga untuk mengakses logistik maupun pendidikan.

Menurut Budi, lantaran keterbatasan akses ini banyak warganya yang mengantungkan seluruh kebutuhannya di wilayah Kabupaten Demak.

Bagi warga yang hendak menjual hasi bumi ataupun membeli kebutuhan rumah tangga harus ke Pasar Gablok, Karangawen Demak. Begitu pula untuk sekolah jenjang SMP atau SMA juga harus ke wilayah Demak.

"Padahal pak Bupati sudah pernah kesini. Mohon segera dibangun yang lebih layak, kasihan warga kami," sebutnya.*** (kmps)




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan